Sebut ‘Memaklumi Korupsi’, Mahfud MD Bantah dan Tuding Permainan Media Sosial

- 4 Mei 2021, 10:20 WIB
Cuitan Mahfud MD soal pernyataannya yang diperlintir membolehkan korupsi.*
Cuitan Mahfud MD soal pernyataannya yang diperlintir membolehkan korupsi.* /Twitter/@mohmahfudmd

JURNAL GAYA – Viral beredar video mengenai pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyebut dirinya memaklumi korupsi selama itu demi kemajuan. Mahfud pun langsung membantahnya.

Bahkan bantahan tersebut disampaikannya langsung didepan mantan menteri riset dan teknologi (menristek) Muhammad A S Hikam sempat jadi korban kabar bohong tersebut. "Pak Hikam percaya saya bilang begitu? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang korupsi bisa dimaklumi demi kemajuan? Pak Hikam percaya bahwa saya bilang untuk mencapai kemajuan ekonomi pemerintah boleh membiarkan korupsi? Itu semua permainan medsos (media sosial) yang omong kosong, Pak. Tak ada itu," kata Mahfud ke A S Hikam, Selasa 4 Mei 2021.

Baca Juga: Mahfud MD Disebut Masuk Kelompok Sumbu Pendek, Andi Arief: Hal yang Gagal Kembali Diulangi

Mahfud pun mengelak dan menuding ada pihak-pihak yang memelintir pernyataannya saat ia membuka diskusi/webinar bertajuk "Ekonomi dan Demokrasi" pada Sabtu 1 Mei 2021 lalu. "Saya berbicara itu didengar oleh Saiful Mujani, Faisal Basri, dan Halim Alamsyah sebagai narasumber webinar Demokrasi dan Ekonomi. Juga didengar oleh ratusan peserta webinar. Saya yang membuka webinaritu. Terlalu amat bodohlah kalau saya bilang begitu," ucap Mahfud menegaskan.

Dalam webinar tersebut Mahfud menerangkan bahwa di negara kita ini, korupsi sudah meluas ke berbagai lini. “Ada yang bilang itu karena demokrasi kita kebablasan. Korupsi dibangun melalui jalan demokrasi alias menggunakan mekanisme demokrasi. Mari kita sehatkan demokrasi agar bisa mempercepat kemajuan ekonomi," tuturnya

Jangan seperti sekarang, ditambahkan Mahfud, demokrasinya membuat korupsi terjadi di berbagai lini. “Korupsi sekarang dapat dikatakan dibangun melalui proses dan cara yang demokratis. Itu rasanya membuat kita sesak dan hampir putus asa," tambahnya.

Baca Juga: KPK Periksa 28 Saksi Kasus Korupsi Bupati Bandung Barat Aa Umbara, Dari Mulai Asda II Hingga Pihak Swasta

Sedangkan, pernyataan kedua Mahfud masih terkait isu yang sama, yaitu korupsi dan demokrasi. "Kita tidak perlu terlalu kecewa. Jangan putus asa, kita harus terus berjuang, melawan korupsi dan menyehatkan demokrasi. Alasannya, karena negara kita merdeka, maka negara kita mengalami kemajuan dalam jumlah turunnya angka kemiskinan secara konsisten dari waktu ke waktu," ujar Mahfud.

Dalam keterangan itu, ia menjelaskan tren penurunan angka kemiskinan dari era pemerintahan presiden pertama Soekarno sampai Presiden Republik Indonesia ke-7 Joko Widodo. Informasi itu juga ia sampaikan ke peserta webinar pada Sabtu minggu lalu.

Halaman:

Editor: Yugi Prasetyo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X