Pasar Malam di Garut Menimbulkan Kerumunan, Satgas Covid-19 Terpaksa Membubarkannya

- 9 Mei 2021, 12:52 WIB
Ilustrasi penutupan pasar malam
Ilustrasi penutupan pasar malam / Serangnews/

 

JURNAL GAYA - Pasar malam yang diadakan di Kabupaten Garut terpaksa dibubarkan Satgas Covid-19 karena diduga melanggar protokol kesehatan.  

Seperti diketahui, pasar malam tradisional bisa memnacing kerumunan masyarakat untuk mendatangi satu tempat dengan berbagai macam permainan dan penjualan berbagai pakaian serta makanan persis seperti pasar.

Pasar malam yang terjadi di Kabupaten Garut pada Sabtu malam, 8 Mei 2021, dinilai telah melanggar protokol kesehatan (prokes) seperti berkerumun, tidak mengatur jarak, dan tak mengenakan masker.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Mengecam Pengusiran Warga Palestina dari Yerussalem Timur

Menurut Wakil Ketua 1 Satgas Covid-19 Kabupaten Garut yang juga merupakan Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar, pihaknya membenarkan petugas gabungan mereka telah menertibkan kegiatan pasar malam, setelah menunaikan tarawih.

"Kemarin ternyata sudah diingatkan agar tidak menggelar tapi masih 'ngeyel' dan nekat tetap menggelar, tadi saya cabut langsung listrik-nya," ucap Deni menegaskan.

Menurut LEtkol Deni, pembubaran kegiatan pasar malam itu karena dilaksanakan tanpa izin, saat di lokasi pun antara pembeli maupun pedagangnya mengabaikan protokol kesehatan di tengah situasi pandemik Covid-19.

Kegiatan pasar malam yang dilaksanakan di lingkungan gedung milik pemerintah daerah itu, kata dia, diketahui tidak berizin dari pemilik gedung dan khususnya dari Satgas Penanganan Covid-19 sehingga pihaknya wajib menertibkan-nya.

Halaman:

Editor: Dini Yustiani

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X