Erick Thohir: Vaksin COVID-19 Ini Harus Dibeli, Bukan Didapatkan secara Gratis

- 19 Mei 2021, 15:21 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir /Instagram.com @erickthohir

JURNAL GAYA - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan Kementerian BUMN tidak berpikir untuk komersialisasi terhadap vaksin COVID-19.

"Mengenai harga, sejak awal kami dari Kementerian BUMN sangat terbuka. Kita tidak berpikir untuk komersialisasi daripada vaksin COVID-19 sendiri," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 19 Mei 2021.

Kendati demikian, lanjut dia, realitasnya yang harus dihadapi bahwa vaksin ini memang harus dibeli, bukan vaksin yang didapatkan secara gratis.

Erick Thohir menyampaikan ada dua pengadaan vaksin yang dilakukan pada saat ini. Pertama, vaksin gratis bantuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berjumlah 54 juta dosis.

Baca Juga: Sinopsis Samudra Cinta SCTV Rabu 19 Mei 2021 Terungkap Tenyata Maya Ibu Kandungnya Ikhsan dan Menikahi Andra

Lalu, kata dia, pemerintah melakukan pengadaan vaksin yang nilainya hampir Rp77 triliun karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar. Vaksin ini dibeli dan dibagikan secara gratis.

"Jadi ini yang saya bilang tolong konteksnya jangan dilihat seakan-akan pemerintah hadir mencari margin atau keuntungan. Pemerintah sudah mengeluarkan Rp77 triliun untuk pengadaan vaksin gratis dan saya rasa ini merupakan salah satu terbesar di dunia yang kita harus apresiasi," kata Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick Thohir mengatakan Kementerian BUMN bersama Kadin Indonesia  membuka secara transparan harga vaksin yang juga diaudit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).  

Di situ, kata dia, jelas ada harga jual yang terdiri dari harga pembelian dan harga distribusi jadi sangat transparan.

Halaman:

Editor: Dini Yustiani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X