Menghina Presiden di Sosmed Dipenjara 4,5 Tahun, Ustadz Hilmi Firdausi : Kalau Menghina Ulama?

- 8 Juni 2021, 10:18 WIB
Ustadz Hilmi Firdausi pertanyakan Pasal yang menghina Presiden dihukum 4,5 tahun penjara. Kalau menghina ulama apakah sama dipenjara juga?
Ustadz Hilmi Firdausi pertanyakan Pasal yang menghina Presiden dihukum 4,5 tahun penjara. Kalau menghina ulama apakah sama dipenjara juga? /Yugi Prasetyo/Jurnal Gaya/

JURNAL GAYA - Ustadz Hilmi Firdausi mengomentari RUU KUHP mengancam orang yang menghina Presiden/Wakil Presiden lewat sosial media dengan hukuman maksimal 4,5 tahun penjara.

Dirinya mempertanyakan definisi antara menghina dan mengkritik bagaiman. Pasalnya dikatakan Hilmi jangan sampai rakyat yang mengkritik akhirnya dipenjara juga.

"Menghina presiden di sosmed dihukum 4,5 thn penjara. Menghina DPR 2 thn penjara. Kalau menghina ulama di sosmed ? Btw, tlg dijelaskan juga menghinanya itu sperti apa ? Jgn nanti kritik disamakan dgn menghina. Bahaya negeri ini kalau org tdk berani lagi kritis krn takut dipenjara," tulis Ustadz Hilmi dalam postingan Twitternya @Hilmi28 pada Selasa 8 Juni 2021.

Baca Juga: Pemprov DKI Minta Ganjil Genap Diberlakukan Kembali, Polisi Masih Kaji Ulang Kebijakannya

Berdasarkan keterangan RUU KUHP mengancam orang yang menghina Presiden/Wakil Presiden lewat sosial media dengan hukuman maksimal 4,5 tahun penjara. Selain itu, bagi yang menghina lembaga negara, seperti DPR bisa dihukum penjara maksimal 2 tahun penjara.

 

Delik di atas masuk dalam Bab IX TINDAK PIDANA TERHADAP KEKUASAAN UMUM DAN LEMBAGA NEGARA Bagian Kesatu, Penghinaan terhadap Kekuasaan Umum dan Lembaga Negara. Berikut Pasal 353 RUU KUHP

 

(1) Setiap Orang yang di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina kekuasaan umum atau lembaga negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

Halaman:

Editor: Yugi Prasetyo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X