Pemkot Bandung Optimis Sektor Pariwisata Kota Bandung Akan Bangkit

- 9 Juni 2021, 06:42 WIB
 Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat memantau langsung pelaksanaan rapid test antigen di Kebun Binatang Bandung Jalan Tamansarai Bandung didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kania Sari beberapa waktu lalu.
 Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat memantau langsung pelaksanaan rapid test antigen di Kebun Binatang Bandung Jalan Tamansarai Bandung didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kania Sari beberapa waktu lalu. /Portal Bandung Timur/hp.siswanti/

JURNAL GAYA – Pemerintah Kota Bandung optimis bahwa sektor pariwisata Kota Bandung akan bangkit ditengah-tengah masa pandemi kali ini dengan menerapkan protokol kesehatan COVID 19. Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang berharap lambat laun sektor pariwisata di Ibu Kota Jawa Barat ini bisa bangkit.

Dikatakan Yana, setiap tempat pariwisata yang telah diberi relaksasi telah menempuh simulasi protokol kesehatan, sehingga saat mulai dibuka, sejumlah tempat wisata menerapkan protokol sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kota Bandung, Rabu 9 Juni Ada di Dua Lokasi ini

"Kota Bandung di awal pandemi ini mengutamakan sektor kesehatan. Setelah indikator kesehatan relatif terkendali, lalu kami lakukan relaksasi," ungkap Yana di Bandung, dikutip Jurnal Gaya dari ANTARA, Rabu 9 Juni 2021.

Diakuinya pariwisata di Kota Bandung saat ini masih didominasi oleh wisatawan lokal. Menurutnya tidak masalah, yang terpenting yaitu roda perekonomian di sektor wisata tetap berjalan sesuai aturan. "Memang dampak COVID-19 itu terasa di sektor pariwisata, tentunya Kota Bandung wisatawannya dominan wisatawan lokal. Sehingga begitu kami melalukan relaksasi ekonomi, alhamdulillah berjalan," kata Yana.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Travel Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat mengungkapkan selama 15 bulan sektor pariwisata tidak bergerak. Atas hal itu, maka menurutnya saat ini waktu yang tepat untuk bangkit. "Sekitar 60 persen agen travel ada yang tutup permanen dan sementara," kata Elly.

Baca Juga: Menghina Presiden di Sosmed Dipenjara 4,5 Tahun, Ustadz Hilmi Firdausi : Kalau Menghina Ulama?

Adapun ia mengatakan kolaborasi antara pelaku pariwisata dan pemerintah merupakan hal yang bisa menguatkan pondasi untuk meningkatkan kembali perekonomian pariwisata. Di antaranya yakni kolaborasi seperti pelatihan dan dukungan lainnya dari pemerintah.

"Kolaborasi unsur pemerintah dan swasta terbukti menguatkan pondasi untuk mengembangkan pariwisata Indonesia," kata Elly. ***

Halaman:

Editor: Yugi Prasetyo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X