JURNAL GAYA - Saat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, kaum muslimin hendaknya memperhatikan hal-hal apa yang dapat membatalkan puasa.
Salah satu hal yang menjadi pertanyaan di tengah masyarakat adalah bagaimana hukumnya menangis saat melaksanakan puasa.
Hal tersebut dikarenakan seringnya terlontar perkataan dari orang tua ke anaknya yang masih kecil dan menangis saat puasa.
Baca Juga: Bidik Zero Net Emission di 2060, PLN Buka Kolaborasi Pengembangan 9 Wilayah Kerja Panas Bumi
Orang tua yang ingin mendiamkan tanhia anaknya, biasa bilang kalau puasa anaknya akan batal jika menangis saat puasa.
Lalu, apakah benar dalam hukum Islam jika menangis saat puasa dapat membatalkan puasanya?
Dikutip Jurnal Gaya dari Bincang Syariah, berikut ini adalah jawaban untuk pertanyaan tersebut menurut para ulama.
Pada kitab-kitab fiqih yang menjelaskan hal-hal yang membatalkan puasa, tidak ditemukan bahwa menangis termasuk bagian dari hal-hal yang membatalkan puasa.
Penyataan tersebut dapat kita lihat dalam kitab Matnu Abi Syuja’ di bawah ini: