Unisba Anggarkan Dana Penelitian Hingga Tahun Depan Capai Rp 7 Miliar

- 8 September 2020, 20:23 WIB
Rektor Unisba Edi Setiadi
Rektor Unisba Edi Setiadi /Humas Unisba
 
 
JURNALGAYA----Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menggenjot penelitian baik dosen maupun mahasiswanya. Bahkan, di tengah pandemi covid 19 ini, anggaran penelitian Unisba tak berkurang.
 
Menurut Rektor Unisba, Edi Setiadi, pihaknya menggarkan dana untuk penelitian dari akhir 2020 hingga 2021, sebesar Rp 2 miliar. Selain itu, Unisba mendapatkan bantuan dana penelitian dari pusat sebesar Rp 5 miliar. Sehingga, total dana penelitian menjadi Rp 7 miliar.
 
Edi mengatakan, anggaran penelitian tersebut digunakan untuk karya ilmiah dosen, penelitian dan PKM.
 
"Kalau anggaran penelitian, itu sudah di kunci hingga 2021 totalnya Rp 7 miliar. Kami, menunda program yang tak terlalu penting tapi anggaran penelitian tak di ubah," ujar Edi usai membuka Seminar Penelitian Nasional Sivitas Akademika (SPeSIA) gel II, Selasa (8/9).
 
Edi menjelaskan, Unisba tak hanya menggenjot penelitian dosen saja. Namun, mahasiswa pun terus dimotivasi untuk melakukan penelitian. Yakni, dengan menggunakan skema pengembangan nalar, minat dan bakat.
 
"Insentif juga kami berikan ke mahasiswa. Ini dilakukan untuk memaksa mahasiswa terbiasa membuat karya ilmiah. Kami pun menyelenggqrakan berbagai event," katanya.
 
 
Sementara menurut Wakil Ketua Pelaksana SPeSIA 2020 Gel II, Arif Nurrahman, sebanyak 1074 karya tulis ilmiah Unisba dipublikasikan dalam Seminar Penelitian Nasional Sivitas Akademika (SPeSIA) gel II. Tema yang diangkat, adalah “Tantangan Generasi Milenial pada Kegiatan Pembelajaran di Era Kampus Merdeka”.
 
Penyelenggaraannya, kata dia, dilakukan secara kombinasi daring dan luring yakni online melalui Zoom Meeting dan offline di Aula Unisba. Karya tulis ilmiah tersebut berasal dari prodi/fakultas yang ada di Unisba seperti Hukum Keluarga Islam (12), Hukum Ekonomi Syariah (148), Komunikasi & Penyiaran Islam (12), Pendidikan Agama Islam (42), Pendidikan Guru PAUD (27), Ilmu Hukum (75), Psikologi (151), Statistika (41), Matematika (6), Farmasi (163), Teknik Pertambangan (61), Teknik Industri (5), Teknik Perencanaan Wilayah & Kota (28), Ilmu Komunikasi (150), Akuntansi (64), Ilmu Ekonomi (13) dan Manajemen (76). 
 
"Kegiatan ini merupakan prasyarat yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa yang akan mengikuti wisuda dengan membuat dan mempresentasikan makalah ilmiahnya di SPeSIA," katanya.
 
Selain itu, kata dia, kegiatan ini merajuk pada  Permendiknas No 17 Tahun 2010  dalam rangka mencegah dan menanggunalangi plagiat karya ilmiah.
 
Acara ini pun, kata dia, akan diisi pula oleh berbagai kegiatan seperti seminar online, video presentasi karya ilmiah peserta melalui media sosial (Youtube dan Instagram), pemberian penghargaan “Best Presentation” dan publikasi karya ilmiah secara online & cetak (prosiding).
 
SPeSIA kali ini, kata dia, merupakan tahun ketujuh setelah pertama kalinya dilaksanakan pada 2014. Menurutnya, hingga saat ini jumlah rekapitulasi jumlah publikasi karya ilmiah prosiding SPeSIA periode 2014 sampai 2020 terhitung sebanyak 10.357 karya ilmiah. 
 
Menurutnya, nerbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada SPeSIA kali ini Unisba menggandeng 19 perguruan tinggi mitra Unisba sebagai co-host. Perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Medan Area, Universitas Bina Bangsa Serang, Universitas Serang, Universitas Bina Insani Bekasi, IKIP Siliwangi Cimahi, STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Politeknik LP3I Bandung, STIE Tribuana Bekasi, STIEB Perdana Mandiri Purwakarta, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Universitas Mitra Karya Bekasi, Universitas Bale Bandung, Universitas Wiralodra Indramayu, STIE Gema Widya Bangsa Bandung, Universitas Sangga Buana YPKP Bandung, STIE Miftahul Huda Subang dan Politeknik Perdana Mandiri Purwakarta. Qiya Ameena
 
 
 
 
 
 

Editor: Nadisha El Malika


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X