6 Pendiri ESL Seperti Man Utd, Liverpool dan Chelsea Terancam Sanski dari Premier League

- 20 April 2021, 22:48 WIB
Tampak logo dari kompetisi Liga Super Eropa atau European Super League
Tampak logo dari kompetisi Liga Super Eropa atau European Super League /

JURNAL GAYA - Enam klub pendiri European Super League (ESL), Manchester United, Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Liverpool berada dalam ancaman setelah Premier League menolak proposal proyek liga super yang melibatkan klub-klub Eropa.

Para pengurus Premier League yang sudah bersuara bulat menolak rencana European Super League (ESL) berencana mengambil tindakan terhadap enam klub pendiri yang berasal dari Inggris dan kini berkompetisi di Liga Premier.

Keputusan Premier League menolak proposal liga eksklusif tersebut diambil setelah pertemuan bersama Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan 14 klub penghuni level teratas kompetisi sepak bola di Inggris selain enam klub pendiri ESL.

"Premier League sedang mempertimbangkan semua tindakan yang bisa diambil untuk mencegah perkembangan serta meminta pertanggungjawaban pemegang saham yang terlibat di bawah aturannya."

Baca Juga: Ikatan Cinta RCTI Selasa 20 April 2021 pembongkaran Makam Roy Berhasil Aldebaran Lanjutkan Misinya

"Liga akan terus bekerja dengan para pemangku kepentingan utama termasuk kelompok penggemar, pemerintah, UEFA, FA, EFL, PFA, dan LMA untuk melindungi kepentingan terbaik dari permainan dan meminta klub-klub yang terlibat dalam kompetisi yang diusulkan untuk segera menghentikan keterlibatan mereka," tulis pernyataan Premier League yang dikutip dari situs resmi dikutip Selasa, 20 April 2021.

Premier League menegaskan perlawanan terhadap ESL karena tidak sejalan dengan asas kesetaraan yang berkebalikan dari sistem kompetisi dengan piramida terbuka seperti yang sudah dijalankan di berbagai negara termasuk Inggris.

Baca Juga: Sebut Masuk Final Piala Menpora 2021 Bukan Utama, Robert Alberts: Yang Penting Adalah Liga Bisa Berjalan Lagi

Ketegasan dari Premier League merupakan perlawanan selanjutnya yang dihadapi ESL selain dari para pemain, pelatih, suporter, pengamat, dan berbagai kelompok asosiasi lain.

Halaman:

Editor: Dini Yustiani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X