Indonesia Gelar Ratusan Agenda Balap Tingkat Nasional dan Internasional

- 30 Maret 2021, 20:42 WIB
Bambang Soesatyo dalam perayaan HUT ke-115 IMI, secara virtual di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.
Bambang Soesatyo dalam perayaan HUT ke-115 IMI, secara virtual di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021. /(ANTARA/HO) /


JURNAL GAYA - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang juga Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyatakan pada tahun ini Indonesia akan menggelar seratusan agenda balap, meliputi 50 kejuaraan balap motor serta 56 kejuaraan balap mobil di tingkat nasional.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menjelaskan, selain dua agenda berskala nasional tersebut, akan ada dua balap motor tingkat internasional yakni dua putaran MXGP dan dua balap mobil TCR Asia dan Asian Gokart berskala internasional.

"Implementasinya, pada tahun 2021 ditargetkan ada 50 kejuaraan balap motor tingkat nasional dan 2 kejuaraan balap motor tingkat internasional (2 putaran MXGP), ditambah tujuh seri lomba balap motor bebek memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia," kata Bambang Soesatyo dalam perayaan HUT ke-115 IMI, secara virtual di Jakarta, Selasa, 30 Maret 2021.

Baca Juga: Kementerian Agama RI Resmi Terbitkan Jadwal Imsakiyah dan Jadwal Shalat di Bulan Ramadhan

"Serta 56 kejuaraan balap mobil tingkat nasional dan 2 kejuaraan balap mobil tingkat internasional (TCR Asia dan Asian Gokart)," ujar Bambang.

Terkait penyelenggaraan balap gokart, Bamsoet menjelaskan bahwa IMI akan memfasilitasi pembangunan sarana olahraga otomotif seperti sirkuit internasional Gokart di Pecatu, Bali dan sirkuit internasional F1 di Jembrana, Bali.

Mereka juga akan mengembangkan sirkuit yang sudah ada, misalnya Sirkuit Sentul.

Baca Juga: Rilis Single 'Hanya Aku yang Begini', Igan Andhika: Intinya, Si Lelaki Sudah Kecintaan Banget

Bamsoet menjelaskan, IMI akan memakai kendaraan listrik sebagai official car dalam upaya mendukung Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

"Negara juga bisa mengalihkan subsidi BBM ke sektor lainnya seperti kesehatan, pendidikan, dan riset."

Halaman:

Editor: Dini Yustiani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X