Mendadak Bicara Soal Posisi Ketum PDIP, Megawati Isyaratkan Dirinya Segera Mundur?

29 Oktober 2020, 08:11 WIB
Rabu, 28 Oktober 2020 merupakan hari peringatan Sumpah Pemuda. Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri memberikan pesan kepada kaum pemuda dalam menyambut peringatan tersebut. /Sumber/Instagram.vom/@puanmaharani/

JURNALGAYA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tengah disorot. Terutama pidatonya yang mempertanyakan sumbangsih milenial terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Ucapan Megawati yang mempertanyakan apakah milenial hanya suka demo pun mendapat kritikan.

Terlepas dari itu, kemarin, mantan presiden RI ini kemarin mendadak bicara soal keberlangsungan PDIO yang tidak bisa selamanya dipimpin dirinya.

Baca Juga: Bu Mega Trending Twitter, Netizen Ingatkan Megawati Siapa Motor Penggerak Demo 1998

Ucapan Megawati ini mengisyaratkan bahwa dirinya akan segera mundur?.

"Tentu saya enggak akan selamanya jadi ketua umum, tentu enggak semua jadi DPP. Tapi partai ini akan terus jalan dan tetap kongres partai adalah institusi tertinggi partai yang harus ditaati karena semuanya harus hadir dari paling bawah," ucap Megawati saat meresmikan 13 kantor, 1 patung Soekarno dan 1 sekolah partai di Hari Sumpah Pemuda secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Lalu, Megawati bercerita masih banyaknya kader PDI Perjuangan yang tidak disiplin.

Baca Juga: Park Bo Gum Tampil sebagai Pembawa Acara di Wajib Militernya, Ketampanannya Bikin Gagal Fokus

Padahal, sambung dia, para kader ini hanya tinggal menikmati tanpa mengikuti perjalan dalam rangka membesarkan partai sejak semula bernama PDI.

Dikutip dari RRI, kelahiran PDIP terkait dengan peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli). Kemudian pada tahun 1999 resmi dibentuk PDIP dengan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum hingga saat ini.

"PDIP ini istilahnya sudah tinggal enak masuk, tapi masih banyak di kalangan PDIP yang kurang disiplin," tutur dia.

Baca Juga: Politisi PKB Sindir Megawati soal Milenial Tukang Demo: Ini Contoh Tidak Solutip

Mantan Presiden RI ke-5 ini pun meminta kepada pengurus yang belum punya kantor agar segera membangun kantor untuk wadah bertemu masyarakat.

"Gimana akan maju kalau enggak bisa bertemu rakyat. Karena dompleng, nyewa, kontrak. Itulah dalam keputusan saya semua aset partai adalah milik DPP partai," kata Megawati.***

Editor: Firmansyah

Sumber: RRI

Tags

Terkini

Terpopuler