Wisata Kemanusiaan Hal yang Baru. Begini Penjelasan Menteri Sandiaga Uno

- 4 Januari 2021, 10:27 WIB
Dok. Kemenparekraf/Baparekraf/Sandiaga Uno
Dok. Kemenparekraf/Baparekraf/Sandiaga Uno /Kemenparekraf.go.id

JURNAL GAYA - Wisata kuliner, wisata halal, mungkin sudah familiar di telinga kita istilah-istilah dalam dunia pariwisata.

Menteri baru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, akan mengembangkan jenis wisata baru yakni wisata kemanusiaan.

Dunia pariwisata yang terpuruk akibat badai pandemi, menjadi perhatian serius Menteri Sandiaga. Secara khusus Presiden Jokowi menugaskan Sandiaga untuk membangkinkan kembali dunia pariwisata yang terpuruk.

Baca Juga: Persija Berhasil Menjadi Klub Ketiga Terpopuler di Asia, Versi Jajak Pendapat AFC

Tentu saja dengan wajib memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Sandiaga, tidak hanya ingin mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia namun juga memperluasnya dengan wisata kemanusiaan.

Menparekraf Sandiaga Uno saat bersilaturahmi ke kantor PMI DKI Jakarta, Jumat, 1 Januari 2020, mengatakan untuk mewujudkan rencana itu ia berupaya mengajak bekerja sama dengan sejumlah pihak. Salah satunya dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

"Bekerja sama dengan PMI, kegiatan donor darah nantinya bisa diaktivasi di berbagai destinasi Tanah Air. Kita juga bisa membuat paket wisata, misalnya di Bali ada paket wisata dimana masyarakat datang ke satu resort dengan penerapan protokol yang ketat dan disiplin, di situ juga bisa berdonor darah," kata Sandiaga.

Baca Juga: Kocak! Begini Reaksi Netizen Melihat Leader Grup Big Hit Label Berdiri Bersama di Panggung

Seperti kebiasaaan sehat sehari-harinya, Sandiaga Uno lebih dulu berolahraga dengan bersepeda pagi dari kediamannya menuju kantor PMI di kawasan Kramat, Jakarta Pusat.

Menparekraf mengatakan, kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari dampak pandemi COVID-19 hanya bisa dilakukan jika sisi kesehatan juga dapat teratasi.

Dalam kegiatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, protokol kesehatan harus dilakukan ketat dan disiplin yang betul-betul mengacu pada arahan dari tim kesehatan.

Baca Juga: Ada Kontak Bernama 'Herder' di HP Suaminya, Reaksi Inul Daratista Bikin Ngakak Guling-guling

Menurut Sandiaga, kita semua bisa  bersama-sama bangkit, inovasi, adaptasi, dan kolaborasi harus dapat dijalankan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan.

"Inovasi, apapun kegiatannya untuk tetap bisa ‘survive’ kita harus dapat berinovasi. Saya minta para pengusaha di sektor parekraf untuk dapat berinovasi, bagaimana kita bisa beradaptasi dengan protokol kesehatan dan kolaborasi, seperti yang kita lakukan hari ini dengan PMI," kata Sandiaga Uno.

Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendy, mengatakan, pihaknya siap mendukung dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam melakukan kegiatan bersama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: WADUH, Hari Ini 1.610 Personel Dikerahkan Jaga Sidang Praperadilan Habib Rizieq

"Misalnya adalah wisata kemanusiaan yang ke depan akan kita sama-sama laksanakan. Khususnya dalam penanganan Covid-19 termasuk donor plasma dari penyintas Covid-19," kata Rustam Effendy.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno juga menyerahkan satu sepeda untuk dilelang oleh PMI DKI Jakarta sebagai bentuk dukungan dalam program Bulan Dana PMI.

Menparekraf mengatakan, awalnya kehadirannya di Kantor PMI DKI Jakarta adalah untuk melakukan donor plasma konvalesen untuk kepentingan terapi konvalesen atau terapi plasma bagi pasien yang sedang dirawat karena terpapar Covid-19.

Baca Juga: LAGI-LAGI, Jin BTS Bikin ARMY Chaos! Memory 2018 Benar-Benar Bikin Penggemar 'Stress'!

Seperti diketahui, Menparekraf Sandiaga Uno merupakan seorang penyintas Covid-19. Namun untuk bisa melakukan donor tersebut, terdapat beberapa syarat yang harus diikuti.

Diantaranya adalah bebas dari infeksi virus Corona, atau telah sembuh minimal 14 hari, bebas dari virus, parasit atau patogen lain yang berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah. Selain itu juga memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi.

Sejak plasma konvalesens disebut sebagai terapi pendamping pasien COVID-19, PMI telah mendistribusikan sebanyak 1.345 kantong plasma konvalesens ke ratusan rumah sakit.

"Ternyata memang ada step-stepnya dan kita perlu sosialisasikan agar semua masyarakat mengerti mengenai seperti apa proses dan tahapannya. Nanti secara detail saya akan bantu sosialisasikan," kata Sandiaga.

Baca Juga: Kontrak Pemain Mau Habis, Persija Mendesak Kepastian Lanjutan Kompetisi Liga 1

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap PMI, Sandiaga menyumbangkan sebuah sepeda untuk dilelang kembali oleh PMI DKI Jakarta.

Sepeda bertanda tangan khusus Ketua PMI Jusuf Kalla itu sebelumnya didapat oleh Nur Asia, istri Sandiaga dalam sebuah lelang yang juga diselenggarakan oleh PMI yang digunakan dalam bulan dana PMI. 

"Karena saya masih belum bisa untuk melakukan donor, baik yang biasa (donor darah) maupun yang plasma, dan saya sudah janji untuk berkomitmen, saya serahkan kembali sepeda untuk dilelang. Mudah-mudahan saat dilelang nanti harganya jadi lebih besar sehingga bisa membantu kegiatan kemanusiaan kita," kata Sandiaga seraya mengatakan sepeda tersebut juga telah dibubuhi tanda tangannya sebagai Menparekraf.

Selanjutnya Sandiaga Uno akan berkoordinasi dengan para pengusaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat membantu dan menyokong kegiatan kemanusiaan lainnya.***

Editor: Qiya Ameena

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah