Dibalik Cerita Pemain 'Surga Tak Dirindukan 3', Marsha Timothy Perlu Matangkan Chemistry Bareng Fedi Nuril

- 10 April 2021, 09:39 WIB
Tangkapan layar Trailer Surga Yang Tak Dirindukan 3
Tangkapan layar Trailer Surga Yang Tak Dirindukan 3 /Akun youtube MD Pictures/

 

JURNAL GAYA – Satu pekan lagi film sekuel ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’ akan tayang. Para pemainnya pun membagikan cerita seputar pengalaman mereka dalam menggarap film tersebut, diantaranya Fedi Nuril, Marsha Timothy, Reza Rahardian, dan Kemal Palevi membagi cerita mereka saat beradu peran.

Fedi Nuril mengungkapkan ketika memerankan sosok Pras dalam film, mengaku senang bisa kembali menyapa para penonton setia ‘Surga yang Tak Dirindukan’ dengan kisah dan sudut pandang cerita yang baru.

Baca Juga: Sekuel Film ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’ Hadir Diawal Ramadhan, Kisah Perjuangan dan Makna Cinta Suami Istri

"Aku senang banget bisa main lagi sebagai Pras. Film ini punya hati bagi banyak penonton di Indonesia, dan bisa memberi kisah baru yang menarik ini sangat exciting. Bekerja bareng Marsha untuk pertama kalinya dan mbak Prita sangat menyenangkan," ungkap Fedi dalam wawancara virtual, Jumat 9 Apil 2021.

Disinggung mengenai karakter Meirose yang kini diperankan oleh Masha Timothy diakuinya dirinya harus mencari bentuk akting yang berbeda demi kembali mematangkan chemistry dengan salah satu karakter kunci tersebut.

Hal sama pun lakukan Marsha Timothy yang mengungkapkan dirinya banyak menggali tentang sosok Meirose pada dua sekuel sebelumnya. Bahkan Marsha tidak ragu bertanya ke para pembuat film di baliknya, hingga aktor utama seperti Fedi. "Banyak pertanyaan yang saya ajukan terutama ke sutradara saat reading," kata dia.

Baca Juga: BCL Menangis Terus Hampir Semingguan Gara-gara Dalami Soundtrack ‘Surga Yang Tak Dirindukan 3’

Para pemain pun membagi sejumlah kesan mereka saat diarahkan oleh sutradara peraih Piala Citra Pritagita Arianegara. Keempatnya mengaku senang bisa bekerja sama dengan sutradara "Salawaku" (2016) tersebut. "Setelah 10 tahun lebih, Mbak Prita jam terbangnya sudah semakin tinggi. Ketika ada diskusi, yang penting logis dan bisa kita eksekusi dengan bahasa yang jelas. Dan mengingat film ini sekarang diangkat dari sudut pandang wanita, ini menjadi pembeda dengan (film) yang lalu," kata Fedi.

Sependapat, Marsha menambahkan, "Meski sudah berteman cukup lama, saya belum pernah di-direct oleh Prita. Prita selalu bisa memberikan jawaban dari pertanyaan kita dengan katakata yang baik dan bisa saya terima dan memberikan masukan yang buat adem. "Menambahkan, Reza Rahardian yang sebelumnya sudah pernah bekerja sama dengan Prita melalui sejumlah proyek seperti "Laut Bercerita" (2018) hingga "Abracadabra" (2019), mengatakan Prita sebagai sutradara sudah sangat berkembang.

Halaman:

Editor: Yugi Prasetyo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X