Bupati Bogor Ade Yasin Resmi Ditahan KPK, Terpaksa Berlebaran di Sel Tahanan

- 28 April 2022, 09:39 WIB
Ilustrasi Koruptor (Rampok Uang Rakyat)
Ilustrasi Koruptor (Rampok Uang Rakyat) /Dok. Pikiran Rakyat/

Penyuapan diduga berkaitan dengan pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor, Jawa Barat, Tahun Anggaran 2021. 

Bupati Bogor menginginkan laporan keuangannya mendapat predikat bagus sehingga berkomplot dengan oknum anggota BPK perwakilan Jawa Barat. 

"Kedelapan tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 27 April 2022 sampai dengan 16 Mei 2022," jelas Ketua KPK Firli Bahuri.

Dalam konferensi pers yang dilakukan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari. Firli Bahuri memaparkan tindakan OTT yang dilakukan timnya di wilayah Kabupaten Bogor dan berhasil menahan pihak-pihak yang diduga terlibat.

Saat konferensi pers tersebut, ditampilkan pula Ade Yasin sebagai pemberi suap dan Anthon Merdiansyah yang diduga menerima suap.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Kabupaten Pangandaran 26 Ramadhan 1443 Hijriah atau 28 April 2022 

Selain Ade Yasin dan Anton Merdiansyah, KPK menangkap juga beberapa orang yang diduga masih berkaitan dengan kasus tersebut dan dilakukan penahanan.

Ade Yasin keluar dari ruang penyidik KPK mengenakan rompi berwarna oranye.
Ade Yasin keluar dari ruang penyidik KPK mengenakan rompi berwarna oranye.
 

Total keseluruhan KPK menahan delapan tersangka, rinciannya sebagai berikut, pemberi suap Ade Yasin (AY), Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam (MA), Kasubid Kas Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah (IA), dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik (RT).

Sementara itu, dari pihak penerima suap yakni pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis Anthon Merdiansyah (ATM), pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan (AM), pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa Hendra Nur Rahmatullah Karwita (HNRK), dan pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Pemeriksa Gerri Ginajar Trie Rahmatullah (GGTR).

Halaman:

Editor: Juniar Rodianur

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x