Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Meluncur Hingga 1,2 Kilometer

- 10 Juni 2021, 09:35 WIB
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Kamis dini hari 10 Juni 2021
Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran pada Kamis dini hari 10 Juni 2021 /ANTARA/HO/twitter BPPTKG/

 

JURNAL GAYA – Beberapa kali semburan awan panas guguran dari Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini terus berlangsung.  Bahkan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.26 WIB tercatat di seimogram dengan amplitudo 28 mm dan durasi 84 detik.

"Teramati awan panas guguran dengan jarak luncur 1200 meter mengarah ke barat daya," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 10 Juni 2021.

Baca Juga: Buntut Kerumunan BTS Meal, Polda Metro Jaya Bakal Panggil Pengelola McDonald's

Dalam periode pengamatan aktivitas Gunung Merapi terbaru atau tepatnya pada Kamis 10 Juni 2021 pukul 00.00 WIB - 06.00 WIB tadi. Selain awan panas juga teramati sejumlah guguran lava dari puncak Merapi. "Teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 800 meter ke arah barat daya," ungkapnya.

Bahkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah. Dalam periode pengamatan enam jam tersebut sejumlah kegempaan masih tetap terjadi.

Dimulai dari kegempaan guguran sejumlah 39 kali, lalu ada hembusan 5 kali, serta hybrid atau fase banyak sejumlah 3 kali dan vulkanik dangkal sebanyak 1 kali.

Sementara itu pada pengamatan sehari sebelumnya atau tepatnya pada Rabu (9/6/2021) pukul 00.00 WIB - 24.00 WIB luncuran awan panas tercatat terjadi lebih banyak. Pada periode tersebut setidaknya ada 3 kali wedus gembel.

"Teramati 3 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal 1600 meter mengarah ke barat daya," tuturnya.

Selain itu juga tercatat ada total 3 kali luncuran lava yang tercatat dalam periode yang sama. Guguran lava masih mengarah ke barat daya. Terkait dengan kegempaan pada periode pengamatan tersebut sebanyak 127 kali dari berasal dari kegempaan guguran, lalu hembusan sebanyak 20 kali. Ada pula hybrid atau fase banyak sejumlah 23 kali, vulkanik dangkal sebanyak 2 kali.

Halaman:

Editor: Yugi Prasetyo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X